Selasa, 24 Agustus 2009 nadhea_sweety@yahoo.com | lailinadhea.blogspot.com
Panorama Tanjung PAPUMA Jember µ wujud Indonesia Maritim

Dalam kesibukan Diklat Jurnalis Tingkat Lanjut di Jember yang diadakan oleh PPMI kota Jember pada tanggal 31 Juli - 03 Agustus 2009, peserta DJTL pada akhir acara disuguhi wisata alam yang sangat mengagumkan di kota itu. Sebut saja Tanjung PAPUMA ( Pasir Putih Malikan ) yang sangat indah serta masih terjaga keasliannya.
Kami tiba di daerah pantai nan indah serta hutan yang lindung itu pada tanggal 3 agustus 2009 kemarin. Bersamaan dengan teman-teman dari LPM Inovasi, LPM Mei, LPM alpha mipa, dan lain-lain serta anggota PPMI Surabaya dan PPMI Jember. Benar-benar pengalaman yang luar biasa bagi kami, tim Situs.
Dari informasi yang kami dapat, Tanjung PAPUMA adalah kepanjangan dari Pasir putiih Malikan, dan nama Malikan itu sendiri adalah label yang diberikan oleh Perhutani yang mengelola daerah tersebut. Serta disebut Tanjung karena pantainya menjorok kedalam laut.
Sebelum tiba, kami melewati hutan lindung yang sangat asri dan lebat (Malikan). Dengan tanaman pohon serut dan palem yang memenuhi sepanjang jalan raya yang kami lintasi. Kami menaiki truk yang berisi hampir 30 orang dengan canda tawa serta menikmati terik matahari yang sangat pekat namun sejuk. Kami hanya memerlukan waktu satu jam untuk tiba disana karena lokasi tempat kami Diklat jurnalis berada di STAIN Jember. Di Tanjung PAPUMA terdapat juga bukit dan hutan seluas kurang lebih 50 Ha dengan berbagai hewan yang dilestarikan dan konon hutan Malikan masih menyimpan berbagi macam flora dan fauna tropis, seperti berbagai jenis burung dan juga Lutung serta Biawak. Tanjung PAPUMA berada di desa Sumberejo kecamatan Ambulu kabupaten Jember. Jalan menuju kawasan ini sudah bagus karena sepanjang jalan telah di aspal. Kami senang karena kendaraan yang kami naiki tidak mengeluarkan biaya. Padahal biasanya kalau ada penyewaan kendaraan menuju Tanjung PAPUMA biasanya harus mengeluarkan uang sebesar seratus lima puluh ribu rupiah. Setelah melewati hutan Malikan kami, disuguhi hamparan pasir putih yang bersih dan begitu indahnya, pantai yang berpanorama yang sangat eksotis.
Akhirnya kami tiba. Wah, tempat yang sangat mengagumkan. Benar-benar masih cantik dan asli. Setelah menelusuri pantai pasir putih, kami semakin takjub melihat panorama pantai Tanjung PAPUMA ini, pantai yang bersih, air yang jernih dan setelah memandang ke tengah, kami melihat begitu banyak batu karang yang terombang ambing di tengah laut biru ini terlihat seperti pulau-pulau karang.
Ada 7 (tujuh) karang besar di Tanjung PAPUMA ini, deretan pulau karang ini memiliki nama sendiri-sendiri yang diambil dari tokoh pewayangan seperti, pulau batara guru, pulau kresna , pulau narada, pulau nusa barong, pulau kajang dan pulau kodok karena pulau karang ini bentuknya mirip dengan kodok raksasa yang timbul tenggelam di tengah laut. Disaat ombak sedang pasang akan terasa indah sekali bila kita melihat dari sudut pandang bawah sitihinggil karena akan terlihat tepat di depan mata bongkahan batu karang besar yang diterjang ombak besar . Disaat surut atau ombak kecil kita bisa turun dan berdiri diatas batu-batu karang yang kalau laut pasang batu-batu karang ini tidak terlihat karena tertutup air laut, berdiri diatas karang sambil sesekali terkena ombak sungguh menakjubkan sambil melihat pemandangan nan eksotis dan luar biasa.
Disepanjang pasir putih sebelah barat terdapat perahu-perahu nelayan yang sedang bersandar. Biasanya nelayan turun dari kapal datanglah antara jam 11.00 sampai 13.00 siang dan kami membeli langsung ikan hasil tangkapan nelayan untuk dibakar di pinggir pantai, tentu saja dengan bantuan para pemilik warung makan yang ada di sepanjang pinggir pantai. Di saat surut kami melihat banyak nelayan yang mencari ikan dengan pancing, konon kalau kita berani menyeberang ikut para pemancing ini ke karang yang ditengah sungguh lebih menakjubkan lagi karena kita bisa berdiri diatas karang tinggi dan besar ditengah-tengah laut sambil melihat ombak yang menerjang karang yang tingginya kurang lebih 5 meter sungguh sensasinya luar biasa.
Karena Tanjung PAPUMA ini menghadap barat daya tentu pemandangan yang paling indah adalah saat sunset, disaat matahari terbenam tenggelam di air laut. Suasana dan pemandangan ini kami nikmati di bukit kecil yang dinamai sitihinggil dimana disana sudah dibangun sebuah joglo. Di joglo ini, kami melihat seluruh wilayah tanjung papuma dari pasir putih, perahu nelayan, serpihan batu karang, karang kecil di bibir pantai dan juga bongkahan-bongkahan pulau karang di tengah laut. Tanjung PAPUMA yang menawarkan pantai dengan keindahan berupa pasir yang putih dan disisi lainnya menawarkan pantai yangg penuh batu dan karang. Teman kami, penikmat foto sangat terkesan melihat keistimewaan Tanjung PAPUMA karena mereka mendapatkan sunrise dan sunset di satu tempat serta pantai yang penuh dengan karang pipih berjajar di sepanjang pantai sejauh kira-kira 1 kilomenter. Akhirnya Tim Situs berdiri di atas batu-batu karang dan terkena ombak laut. Tampaknya hari sudah menjelang sore maka laut akan pasang dan sudah saatnya kami naik ke atas bukit. Diatas bukit ini kita bisa melihat keseluruhan pemandangan Tanjung PAPUMA dari arah timur sampai barat. Sitihinggil merupakan menara di atas bukit di ujung barat Tanjung PAPUMA. Menara itu sengaja dibuat oleh Perhutani sebagai tempat pelancong menatap seluruh panorama di kawasan Tanjung PAPUMA, sekaligus untuk tempat pemantuan keamanan satwa-satwa yang ada di kawasan itu.

Kesimpulannya, kami miliki pengalaman dengan menyaksikan Pantai dengan luas 25 Hektar yang menyuguhkan banyak kelebihan. Sebut saja hamparan pasir putih dengan tanjung melingkar sepanjang 1,5 km, barisan bukit hijau dengan pepohonan yang rimbun mengelilingi pantai. Ditambah lagi, pengunjung yang datang bisa sekalian melihat-lihat satwa liar yang ada di hutan. Penginapanpun juga tersedia, bagi kalian yang suka berpetualang disediakan camping ground menghadap ke pantai. Jika ingin juga bermalam di tanjung papuma disini terdapat beberapa villa yang disewakan oleh pengelola wisata dari pihak perhutani, harga penginapan dengan variasi fasilitas kamar ber AC, single bed, kamar mandi dalam, TV dan beranda kecil harga di banderol sekitar 300- 400 ribu. Good luck! (Red. Elly)


0 komentar:
Poskan Komentar